Rabu, 16 Desember 2009
"Semoga Itu Cinta" by: Alik Alkaline
Kucoba lalui setiap detik dalam hidupku.
Tak peduli sulit, sakit.
Namun aku ada sesuatu di ujung jalan itu.
Kadang ada yang datang padaku bertanya..
Kadang ada yang bilang padaku mengapa...
Meski aku tak tahu jawabnya.
Tapi aku berusaha mengerti perasaannya...
Aku ingat seseorang bilang padaku.
Bahwa cinta bisa mengajari kita banyak hal.
Tapi dari banyak hal itu...
Aku hanya bisa memahami satu hal dari cinta yang sejati...
Bahwa cinta membimbing kita untuk "memberi"
Dalam kegamanganku...
Kulalui setiap detik dalam hidupku.
Aku telah menyaksikan banyak tentang sesuatu...
Namun aku berusaha untuk tetap berada di ujung jalan itu.
Kadang ada yang berusaha menghentikan langkahku sekedar ingin tau arahku.
Kadang ada yang menoleh menyapaku sekedar untuk mengucapkan salam padaku.
Meski aku tak tahu apa di ujung jalan itu.
Tapi aku selalu berharap yang terbaik untukku.
Aku ingat seseorang bilang padaku.
Bahwa satu detik masa depan milik Tuhan.
Dan dari setiap detik di masa depan itu selalu terdapat harapan.
Namun dari banyak harapan itu...
Aku hanya mampu melihat satu keyakinan.
Bahwa harapan mampu membuat kita "bertahan"
Dalam kegamanganku...
Aku tetap lalui setiap detik dalam hidupku.
Meski sulit, sakit...
Aku tetap simpan keyakinan akan harapan
sesuatu di ujung jalan itu adalah yang terbaik untukku...
Semoga itu Cinta.......
Minggu, 13 September 2009
By. Moh. Ahsin Bik
Yaa Allah Yaa Rab
Inappropriate for me YOUR heaven
Too weak of me YOUR torture
As like a big mountain my sin
All I wish just YOUR pardon
Yaa Allah Yaa Rab
YOU the Only my hope
To give me mercy and bless
Becouse YOU are the most forgiver
Unto YOU I will be back
Yaa Allah Yaa Rab
All I have are YOURS
Myself
My soul
My live
My heart
There is nothing else but YOU
To lay
To pray
To ask
To be back
Yaa Allah Yaa Rab
In The Name Of Muhammad YOU Love
I put my head on YOUR earth
To serve YOU
Untill YOU take back as a fear and faith
by: ahsin bik
Ramadan…
The mercies and blessings month
Where the angles spread its wings
For the science seeker
Ramadan…
The mercies and blessings month
Where Allah sent down the Qur’an for the first time
And the prophet Muhammad was being a massanger
Ramadan…
Every faith are fasting in this month
As a slave of the Al-Mighty
And get close to HIM as a “Muttaqien”
Ramadan…
I am waiting in pleasure its coming
There is no month like this month
Because Ramadan is the month of God’s own
For the Moslem, who really faith unto HIM
NUZULUL QUR’AN
Maha Besar Allah
yang telah menurunkan Al-qur’an
pada malam yang penuh kemuliaan
yang pada malam itu
malam yang lebih mulia
dari pada malam seribu bulan
yang pada malam itu
seluruh malaikat turun kebumi
untuk mengatur segala urusan
yang pada malam itu
malam yang penuh dengan kesejahteraan
hingga terbit fajar
SERVANT
BY : MOH. AHSIN BIK AL-KAUTSAR
I SAW THE LIGHT OF THE MORNING
IT’S BRIGHT, IT’S RED, IT’S GREAT
BUT I HAVE NEVER SEEN THE GREATEST THING
EXCEPT THE GREAT MUHAMMAD SAW. YOU HAVE MADE
I HAVE HEARD MANY WORDS
IT’S BEAUTIFUL, IT’S AMAZING, IT’S ADVICING
BUT I HAVE NEVER HEARD THE WORD
LIKE THE WORD OF AL-QUR’ANUL KARIEM
I HAVE PASSED ELEVEN MONTHS
IT’S UP, IT’S DOWN, IT’S HARD, IT’S CALM
BUT YOU ONLY GIVES THE HUMAN ONE MONTH
THE MERCYS AND BLESSINGS OF RAMADHAN
OH MY AL MIGHTY
I STEP ON MY KNEES
PUTTING DOWN MY HEAD UNDER YOUR FOOT
TO SERVE YOU AS A SLAVE
TO COME UNTO YOU AS A FAITH
Puisi
Semburat mega senja dikaki langit sebelah barat
Angin semilir memeluk leher seperti erat
Senyum simpul menyembul
Dahaga kan segera ter urai
Sinaran kasih kan membahana
Namun........ segera tiba heningnya malam
Ku jumpai mahluk-mahluk itu .....
Rebahkan kepala di atas tanah..
Selaras dengan lutut, mata kaki dan pantat
Banjir air mata.... membentang segala asa...
Berkelit berkelindan raga dan jiwa...
Takholli.... takhalli...... tajalli.......
Jiwa yang satu...... namun luruh tak berpunya
Kecuali yang punya
Di asuh rembulan
Senyum sumbang kadang mengembang..
namun juangku tetap menggelombang..
Bibir menyungging menampik berpaling
Namun langkahku tetap mendesing...
Kullu bis kuntul baris
Kullu bismin wa kuntum baariin
Di asuh rembulan.....
Wahaiii Tuhan yang satu...
Satukan jiwa kami..... jiwa tuhan.....
Satukan langkah kami...langkah tuhan....
Satukan semangat kami....semangat tuhan..
Di asuh rembulan...
Sebentar lagi kita kan bahagia
bagi yang telah berjuang
sebentar lagi kita kan suci...
bagi yang mengisi....
seluruh malaikat tuhan kan disebar
menempati pos perdamaian, sudut jalan... pertigaan perempatan..
di depan rumah..... bahkan disamping warung kopi...
dengan senyum ramah mereka bersalam antum magfuru...2 x
Di asuh rembulan
Tiada habis kita belajar..
Belajar bersama alam..
Puisi
Fajar di bulan Ramadhan
Merangkak terseok dalam kegersangan
Mengaharap bahagia di ujung jalan
Fajar di bulan Ramadhan
Tertatih letih diterik mentari
Diantara kering gersang yang tak berpamrih
Sambil menanti malam
Ku Tebar dzikir dalam tasbih
Melalui setiap hembusan nafas
Fajar di bulan Ramadhan
Berjalan lamban menuai mimpi
Aku hanyalah awan kecil ditengah luasnya langit
Berjalan kesana kemari mengikuti angin
Untuk berkumpul menjadi hujan
Hujan yang memberi basah ditengah kekeringan
Fajar di bulan Ramadhan
Bercengkrama dengan terik
Tapi aku bukanlah karang
Yang mampu menahan hentakan gelombang
Fajar di bulan Ramadhan
Sambil tersenyum melambaikan tangan
Pada tumpukan daun kering yang berguguran
Karena aku hanyalah fajar di bulan Ramadhan
Yang berpuasa hanya dengan menahan lapar
Sambil berharap suara adzan menjelang
Hingga terbasahi kering kerongkongan
Puisi
Anak Kecil Di Pelataran Rumah
By. Moh. Ahsin Bik
seorang anak kecil
duduk dipelataran rumahku
aku lihat dia menangis
meratap dan meneteskan air mata
dengan ragu aku dekati dia
kulihat bajunya basah
kutatap matanya yang kosong
mata yang ingin bercerita
aku bertanya siapa dia
dia hanya menatapku
sesungging senyum muncul dari bibirnya
namun air matanya semakin deras mengalir
“aku tidak mengenalmu”
kamu siapa? tanyaku
ku lihat bibirnya bergetar
aku tak tahu apa yang ingin dia katakan
aku hanya diam memandanginya
“apa kamu bahagia?” dia bertanya padaku
aku tak tahu maksudnya
kebahagiaan macam apa yang ingin dia tanyakan
tapi selama ini aku senang
hidup bersama keluarga yang menyayangi aku
orang tua yang membimbingku
seorang kakak yang juga sayang aku
lantas, bahagia seperti apa yang dia maksudkan
dia menyuruhku duduk disampingnya
aku menuruti katanya
kemudian dia berkata
“aku ingin seperti kamu yang bahagia”
“tapi aku tak bisa”
aku terdiam tak mengerti
aku biarkan dia terus bicara
“...aku tidak pernah diharapkan ada didunia ini
aku adalah rasa malu orang tuaku
aku menjadi aib dilingkunganku
aku hanyalah buah dari gelora nafsu
yang sepantasnya masuk selokan pinggir rumahku
meski aku tak pernah meminta
meski aku tak pernah tahu
benarkah ini menjadi kesalahanku...”
air matanya kembali mengalir
tak terasa pipiku juga basah
aku tetap tak bisa mengerti dia
tapi aku bisa merasakan kesedihannya..
Rabu, 02 September 2009

PROFIL SD AL-MUTTAQIEN
SD Al Muttaqien merupakan jenjang pendidikan dasar yang berada di bawah YAYASAN AL-MUTTAQIEN. Untuk menjawab kebutuhan kehidupan siswa di masa mendatang SD Al-Muttaqien Boarding School menerapkan pola pendidikan yang integratif yakni memadukan pembelajaran dengan penekanan keilmuan dan tata laku siswa (behavior), perpaduan kurikulum nasional dengan kurikulum lokal, pendidikan umum dan aplikasi keterampilan beribadah (beribadah). Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran tersebut SD Al-Muttaqien Boarding School menerapkan kelas kecil (5-15 siswa)/per kelas.
Pendidikan tidak bisa dilaksanakan hanya dengan memberikan pengetahuan sebanyak-banyaknya, melainkan untuk melatih setiap peserta didik untuk bisa mengaplikasikan pengetahuan yang ia dapat. Pendidikan juga tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat atau instan, melainkan melalui proses perubahan-perubahan besar untuk terus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Proses inilah yang kemudian menjadi sangat penting untuk dijadikan pertimbangan dalam menjalankan proses pendidikan. Pembentukan lingkungan belajar yang sehat, memberikan contoh perilaku yang baik serta melatih untuk berani dan siap menerima perubahan, serta mengembangkan diri dalam pencarian solusi dari setiap persoalan.
SD Al-Muttaqien dengan menggunakan sistem “Boarding School” mencoba untuk memberikan tawaran baru dalam dunia pendidikan. SD Al-Muttaqien Boarding School memberikan kesempatan kepada siswa-siswi mengikuti pembelajaran dan “Belajar Hidup” dalam bimbingan guru-guru sehari-hari (satu minggu penuh). Oleh karena itu bagi bapak/ibu wali murid mempunyai kesempatan untuk menikmati layanan pendidikan SD Al-Muttaqien Boarding School dengan sepenuh hati serta dapat menunaikan tugas mencari nafkah/rizqi (bekerja) dengan tenang dan ihlas sehari penuh.
SD Al-Muttaqien Boarding School memberikan tawaran model berasrama yakni : a. Siswa dapat mengikuti pembelajaran sehari penuh dan dapat dijemput setelah belajar mengaji yakni jam 17.00 WIB; b. Siswa dapat mengikuti pembelajaran selama enam hari, sehingga setiap sabtu sore dapat dijemput dan kembali ke sekolah hari senin berikutnya; atau c. Siswa dapat tinggal di asrama penuh, dan dapat dijemput ketika liburan.
SD Al-Muttaqien Boarding School juga memberikan kesempatan yang besar kepada setiap anak untuk belajar lebih dari yang ia butuhkan sebagai pengembangan potensi diri. Guru adalah teman untuk berbagi, orang tua untuk berlindung, kakak untuk berkumpul, pelatih untuk trampil, serta pembimbing untuk menggali potensi diri. SD Al-Muttaqien Boarding school juga memberikan kesempatan untuk anak yang tidak berkesempatan mengikuti proses pendidikan di sekolah untuk belajar bersama. Kemauan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak menjadi lebih penting daripada kemampuan orang tua menyekolahkan anaknya. Karena keberhasilan anak dalam belajar tergantung dari niatan tulus serta keikhlasan orang tua untuk memberikan kesempatan anaknya belajar lebih dan untuk memenuhi kebutuhannya.
VISI DAN MISI
Atas pemikiran diatas, maka SD Al-Muttaqien Boarding School memiliki Visi dan Misi.
Visi SD Al-Muttaqien Boarding School
“Mewujudkan Generasi yang mampu menguasai zamannya dengan ahlakul karimah”.
Untuk mencapai tujuannya, SD Al-Muttaqien Boarding School melakukan usaha-usaha :
1. Menjalankan pendidikan yang humanis berbasis religius.
2. Menyelenggarakan pendidikan yang berkarakter multiple inteligent
3. Melaksanakan pendidikan yang integratif
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN
SD Al-Muttaqien Boarding School melaksanakan pendidikan yang integratif yakni memadukan pembelajaran dengan penekanan keilmuan dan tata laku siswa (behavior), perpaduan kurikulum nasional dengan kurikulum lokal, serta pendidikan umum dan aplikasi ketrampilan beribadah. Kurikulum nasional dengan menggunakan kurikulum standart isi (KTSP), sedangkan kurikulum lokal memuat berbagai ketrampilan yang dibutuhkan
Kegiatan pendidikan dimulai pada pukul 03.00 Pagi dengan sholat malam di asrama, yang dilanjutkan dengan jama’ah sholat shubuh di musholla. Kemudian dilanjutkan dengan membaca al-Qur’an dengan sistem tahfidz. Setelah itu dengan kelompok-kelompoknya melaksanakan piket kebersihan di tempat-tempat yang sudah ditentukan untuk menjadi tanggung jawab kelompok. Sisa waktu yang dimiliki digunakan untuk belajar dan bermain sambil menunggu yang lain mandi.
Pada pukul 06.30 Pagi, bersama-sama sarapan, kemudian mempersiapkan diri untuk berangkat ke musholla menjalankan aktifitas belajar formal. Sebelum kegiatan belajar dimulai, pada pukul 07.00 WIB dilaksanakan sholat dhuha berjama’ah dan dilanjutkan dengan hafalan surat-surat dalam Al-Qur’an. Pukul 08.00 WIB pendidikan formal dimulai dan berakhir pada waktu sholat dhuhur. Anak-anak kembali ke asrama setelah melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah.
Kamis, 20 Agustus 2009
Pendidikan
Dalam kehidupan kita, pendidikan merupakan hal urgen yang harus selalu mendapatkan perhatian. Hal ini mengingat betapa pentingnya pendidikan bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang menpunyai visi yang berpendidikan.
Namun, sudah menjadi kebiasaan kita untuk memahami bahwa pendidikan adalah proses yang terjadi di sekolah. Formalitas dan legalitas menjadi alasan utama sehingga seringkali sistem pendidikan mengabaikan generasi dengan visi yang berpendidikan namun tidak didapat dari lembaga formal seperti sekolah. Legalitas formal yang ditandai dengan kepemilikan sertifikat hasil belajar di sekolah ini kemudian menjadi tujuan yang lebih utama daripada pendidikan itu sendiri.
Kalau kita mengacu pada tujuan awal pendidikan maka mustinya kompetensi ditunjukkan dengan kemampuan yang dimiliki seseorang terhadap suatu bidang, buka dengan selembar kertas bertuliskan sertifikat. Sehingga setiap generasi yang unggul memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan maju.
Kalau kita melihat kenyataan dalam dunia pendidikan kita, ada sebuah budaya yang sangat ironis, yakni budaya membolos. Dengan berbagai alasan dikemukakan kemudian membolos menjadi sebuah tradisi yang ternyata berdampak pada banyaknya para abdi negara yang juga sering ketahuan berada di tempat yang tidak semestinya pada jam kerja. Hal ini terbukti dengan banyaknya para pelaku pembolos yang tertangkap razia. Ironis memang, saat ada seorang siswa yang harus meninggalkan meja belajar karena tidak mampu membayar tanggungan, siswa lain malah menyia-nyiakan waktu belajarnya untuk bermain PS. Saat ada seseorang yang harus kesana kemari mencari pekerjaan, para Abdi Negara itu enak-enakkan meninggalkan meja kerjanya untuk belanja barang bahkan yang mungkin sama sekali tidak ia butuhkan.
Rabu, 12 Agustus 2009
Buat anak-anak negeri
.jpg)