Minggu, 13 September 2009

Puisi

DI ASUH REMBULAN

Semburat mega senja dikaki langit sebelah barat
Angin semilir memeluk leher seperti erat
Senyum simpul menyembul
Dahaga kan segera ter urai
Sinaran kasih kan membahana

Namun........ segera tiba heningnya malam
Ku jumpai mahluk-mahluk itu .....
Rebahkan kepala di atas tanah..
Selaras dengan lutut, mata kaki dan pantat
Banjir air mata.... membentang segala asa...
Berkelit berkelindan raga dan jiwa...
Takholli.... takhalli...... tajalli.......
Jiwa yang satu...... namun luruh tak berpunya
Kecuali yang punya

Di asuh rembulan

Senyum sumbang kadang mengembang..
namun juangku tetap menggelombang..
Bibir menyungging menampik berpaling
Namun langkahku tetap mendesing...
Kullu bis kuntul baris
Kullu bismin wa kuntum baariin

Di asuh rembulan.....

Wahaiii Tuhan yang satu...
Satukan jiwa kami..... jiwa tuhan.....
Satukan langkah kami...langkah tuhan....
Satukan semangat kami....semangat tuhan..

Di asuh rembulan...

Sebentar lagi kita kan bahagia
bagi yang telah berjuang
sebentar lagi kita kan suci...
bagi yang mengisi....
seluruh malaikat tuhan kan disebar
menempati pos perdamaian, sudut jalan... pertigaan perempatan..
di depan rumah..... bahkan disamping warung kopi...
dengan senyum ramah mereka bersalam antum magfuru...2 x

Di asuh rembulan

Tiada habis kita belajar..
Belajar bersama alam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar