Minggu, 13 September 2009

Taubat
By. Moh. Ahsin Bik

Yaa Allah Yaa Rab
Inappropriate for me YOUR heaven
Too weak of me YOUR torture
As like a big mountain my sin
All I wish just YOUR pardon

Yaa Allah Yaa Rab

YOU the Only my hope
To give me mercy and bless
Becouse YOU are the most forgiver
Unto YOU I will be back
Yaa Allah Yaa Rab
All I have are YOURS
Myself
My soul
My live
My heart
There is nothing else but YOU
To lay
To pray
To ask
To be back

Yaa Allah Yaa Rab

In The Name Of Muhammad YOU Love
I put my head on YOUR earth
To serve YOU
Untill YOU take back as a fear and faith
RAMADHAN

by: ahsin bik

Ramadan…
The mercies and blessings month
Where the angles spread its wings
For the science seeker
Ramadan…
The mercies and blessings month
Where Allah sent down the Qur’an for the first time
And the prophet Muhammad was being a massanger
Ramadan…
Every faith are fasting in this month
As a slave of the Al-Mighty
And get close to HIM as a “Muttaqien”
Ramadan…
I am waiting in pleasure its coming
There is no month like this month
Because Ramadan is the month of God’s own
For the Moslem, who really faith unto HIM




NUZULUL QUR’AN

Maha Besar Allah
yang telah menurunkan Al-qur’an
pada malam yang penuh kemuliaan

yang pada malam itu
malam yang lebih mulia
dari pada malam seribu bulan

yang pada malam itu
seluruh malaikat turun kebumi
untuk mengatur segala urusan

yang pada malam itu
malam yang penuh dengan kesejahteraan
hingga terbit fajar



SERVANT
BY : MOH. AHSIN BIK AL-KAUTSAR



I SAW THE LIGHT OF THE MORNING
IT’S BRIGHT, IT’S RED, IT’S GREAT
BUT I HAVE NEVER SEEN THE GREATEST THING
EXCEPT THE GREAT MUHAMMAD SAW. YOU HAVE MADE

I HAVE HEARD MANY WORDS
IT’S BEAUTIFUL, IT’S AMAZING, IT’S ADVICING
BUT I HAVE NEVER HEARD THE WORD
LIKE THE WORD OF AL-QUR’ANUL KARIEM

I HAVE PASSED ELEVEN MONTHS
IT’S UP, IT’S DOWN, IT’S HARD, IT’S CALM
BUT YOU ONLY GIVES THE HUMAN ONE MONTH
THE MERCYS AND BLESSINGS OF RAMADHAN

OH MY AL MIGHTY
I STEP ON MY KNEES
PUTTING DOWN MY HEAD UNDER YOUR FOOT
TO SERVE YOU AS A SLAVE
TO COME UNTO YOU AS A FAITH

Puisi

DI ASUH REMBULAN

Semburat mega senja dikaki langit sebelah barat
Angin semilir memeluk leher seperti erat
Senyum simpul menyembul
Dahaga kan segera ter urai
Sinaran kasih kan membahana

Namun........ segera tiba heningnya malam
Ku jumpai mahluk-mahluk itu .....
Rebahkan kepala di atas tanah..
Selaras dengan lutut, mata kaki dan pantat
Banjir air mata.... membentang segala asa...
Berkelit berkelindan raga dan jiwa...
Takholli.... takhalli...... tajalli.......
Jiwa yang satu...... namun luruh tak berpunya
Kecuali yang punya

Di asuh rembulan

Senyum sumbang kadang mengembang..
namun juangku tetap menggelombang..
Bibir menyungging menampik berpaling
Namun langkahku tetap mendesing...
Kullu bis kuntul baris
Kullu bismin wa kuntum baariin

Di asuh rembulan.....

Wahaiii Tuhan yang satu...
Satukan jiwa kami..... jiwa tuhan.....
Satukan langkah kami...langkah tuhan....
Satukan semangat kami....semangat tuhan..

Di asuh rembulan...

Sebentar lagi kita kan bahagia
bagi yang telah berjuang
sebentar lagi kita kan suci...
bagi yang mengisi....
seluruh malaikat tuhan kan disebar
menempati pos perdamaian, sudut jalan... pertigaan perempatan..
di depan rumah..... bahkan disamping warung kopi...
dengan senyum ramah mereka bersalam antum magfuru...2 x

Di asuh rembulan

Tiada habis kita belajar..
Belajar bersama alam..

Puisi

FAJAR DI BULAN RAMADHAN

Fajar di bulan Ramadhan
Merangkak terseok dalam kegersangan
Mengaharap bahagia di ujung jalan

Fajar di bulan Ramadhan
Tertatih letih diterik mentari
Diantara kering gersang yang tak berpamrih

Sambil menanti malam
Ku Tebar dzikir dalam tasbih
Melalui setiap hembusan nafas


Fajar di bulan Ramadhan
Berjalan lamban menuai mimpi


Aku hanyalah awan kecil ditengah luasnya langit
Berjalan kesana kemari mengikuti angin
Untuk berkumpul menjadi hujan
Hujan yang memberi basah ditengah kekeringan

Fajar di bulan Ramadhan
Bercengkrama dengan terik


Tapi aku bukanlah karang
Yang mampu menahan hentakan gelombang

Fajar di bulan Ramadhan
Sambil tersenyum melambaikan tangan
Pada tumpukan daun kering yang berguguran

Karena aku hanyalah fajar di bulan Ramadhan
Yang berpuasa hanya dengan menahan lapar
Sambil berharap suara adzan menjelang
Hingga terbasahi kering kerongkongan

Puisi

Anak Kecil Di Pelataran Rumah

By. Moh. Ahsin Bik

seorang anak kecil

duduk dipelataran rumahku

aku lihat dia menangis

meratap dan meneteskan air mata

dengan ragu aku dekati dia

kulihat bajunya basah

kutatap matanya yang kosong

mata yang ingin bercerita

aku bertanya siapa dia

dia hanya menatapku

sesungging senyum muncul dari bibirnya

namun air matanya semakin deras mengalir

“aku tidak mengenalmu”

kamu siapa? tanyaku

ku lihat bibirnya bergetar

aku tak tahu apa yang ingin dia katakan

aku hanya diam memandanginya

“apa kamu bahagia?” dia bertanya padaku

aku tak tahu maksudnya

kebahagiaan macam apa yang ingin dia tanyakan

tapi selama ini aku senang

hidup bersama keluarga yang menyayangi aku

orang tua yang membimbingku

seorang kakak yang juga sayang aku

lantas, bahagia seperti apa yang dia maksudkan

dia menyuruhku duduk disampingnya

aku menuruti katanya

kemudian dia berkata

“aku ingin seperti kamu yang bahagia”

“tapi aku tak bisa”

aku terdiam tak mengerti

aku biarkan dia terus bicara

“...aku tidak pernah diharapkan ada didunia ini

aku adalah rasa malu orang tuaku

aku menjadi aib dilingkunganku

aku hanyalah buah dari gelora nafsu

yang sepantasnya masuk selokan pinggir rumahku

meski aku tak pernah meminta

meski aku tak pernah tahu

benarkah ini menjadi kesalahanku...”

air matanya kembali mengalir

tak terasa pipiku juga basah

aku tetap tak bisa mengerti dia

tapi aku bisa merasakan kesedihannya..

Rabu, 02 September 2009



PROFIL SD AL-MUTTAQIEN
SD Al Muttaqien merupakan jenjang pendidikan dasar yang berada di bawah YAYASAN AL-MUTTAQIEN. Untuk menjawab kebutuhan kehidupan siswa di masa mendatang SD Al-Muttaqien Boarding School menerapkan pola pendidikan yang integratif yakni memadukan pembelajaran dengan penekanan keilmuan dan tata laku siswa (behavior), perpaduan kurikulum nasional dengan kurikulum lokal, pendidikan umum dan aplikasi keterampilan beribadah (beribadah). Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran tersebut SD Al-Muttaqien Boarding School menerapkan kelas kecil (5-15 siswa)/per kelas.
Pendidikan tidak bisa dilaksanakan hanya dengan memberikan pengetahuan sebanyak-banyaknya, melainkan untuk melatih setiap peserta didik untuk bisa mengaplikasikan pengetahuan yang ia dapat. Pendidikan juga tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat atau instan, melainkan melalui proses perubahan-perubahan besar untuk terus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Proses inilah yang kemudian menjadi sangat penting untuk dijadikan pertimbangan dalam menjalankan proses pendidikan. Pembentukan lingkungan belajar yang sehat, memberikan contoh perilaku yang baik serta melatih untuk berani dan siap menerima perubahan, serta mengembangkan diri dalam pencarian solusi dari setiap persoalan.
SD Al-Muttaqien dengan menggunakan sistem “Boarding School” mencoba untuk memberikan tawaran baru dalam dunia pendidikan. SD Al-Muttaqien Boarding School memberikan kesempatan kepada siswa-siswi mengikuti pembelajaran dan “Belajar Hidup” dalam bimbingan guru-guru sehari-hari (satu minggu penuh). Oleh karena itu bagi bapak/ibu wali murid mempunyai kesempatan untuk menikmati layanan pendidikan SD Al-Muttaqien Boarding School dengan sepenuh hati serta dapat menunaikan tugas mencari nafkah/rizqi (bekerja) dengan tenang dan ihlas sehari penuh.
SD Al-Muttaqien Boarding School memberikan tawaran model berasrama yakni : a. Siswa dapat mengikuti pembelajaran sehari penuh dan dapat dijemput setelah belajar mengaji yakni jam 17.00 WIB; b. Siswa dapat mengikuti pembelajaran selama enam hari, sehingga setiap sabtu sore dapat dijemput dan kembali ke sekolah hari senin berikutnya; atau c. Siswa dapat tinggal di asrama penuh, dan dapat dijemput ketika liburan.
SD Al-Muttaqien Boarding School juga memberikan kesempatan yang besar kepada setiap anak untuk belajar lebih dari yang ia butuhkan sebagai pengembangan potensi diri. Guru adalah teman untuk berbagi, orang tua untuk berlindung, kakak untuk berkumpul, pelatih untuk trampil, serta pembimbing untuk menggali potensi diri. SD Al-Muttaqien Boarding school juga memberikan kesempatan untuk anak yang tidak berkesempatan mengikuti proses pendidikan di sekolah untuk belajar bersama. Kemauan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak menjadi lebih penting daripada kemampuan orang tua menyekolahkan anaknya. Karena keberhasilan anak dalam belajar tergantung dari niatan tulus serta keikhlasan orang tua untuk memberikan kesempatan anaknya belajar lebih dan untuk memenuhi kebutuhannya.
VISI DAN MISI
Atas pemikiran diatas, maka SD Al-Muttaqien Boarding School memiliki Visi dan Misi.
Visi SD Al-Muttaqien Boarding School
“Mewujudkan Generasi yang mampu menguasai zamannya dengan ahlakul karimah”.
Untuk mencapai tujuannya, SD Al-Muttaqien Boarding School melakukan usaha-usaha :
1. Menjalankan pendidikan yang humanis berbasis religius.
2. Menyelenggarakan pendidikan yang berkarakter multiple inteligent
3. Melaksanakan pendidikan yang integratif
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN
SD Al-Muttaqien Boarding School melaksanakan pendidikan yang integratif yakni memadukan pembelajaran dengan penekanan keilmuan dan tata laku siswa (behavior), perpaduan kurikulum nasional dengan kurikulum lokal, serta pendidikan umum dan aplikasi ketrampilan beribadah. Kurikulum nasional dengan menggunakan kurikulum standart isi (KTSP), sedangkan kurikulum lokal memuat berbagai ketrampilan yang dibutuhkan
Kegiatan pendidikan dimulai pada pukul 03.00 Pagi dengan sholat malam di asrama, yang dilanjutkan dengan jama’ah sholat shubuh di musholla. Kemudian dilanjutkan dengan membaca al-Qur’an dengan sistem tahfidz. Setelah itu dengan kelompok-kelompoknya melaksanakan piket kebersihan di tempat-tempat yang sudah ditentukan untuk menjadi tanggung jawab kelompok. Sisa waktu yang dimiliki digunakan untuk belajar dan bermain sambil menunggu yang lain mandi.
Pada pukul 06.30 Pagi, bersama-sama sarapan, kemudian mempersiapkan diri untuk berangkat ke musholla menjalankan aktifitas belajar formal. Sebelum kegiatan belajar dimulai, pada pukul 07.00 WIB dilaksanakan sholat dhuha berjama’ah dan dilanjutkan dengan hafalan surat-surat dalam Al-Qur’an. Pukul 08.00 WIB pendidikan formal dimulai dan berakhir pada waktu sholat dhuhur. Anak-anak kembali ke asrama setelah melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah.