Minggu, 13 September 2009

Puisi

Anak Kecil Di Pelataran Rumah

By. Moh. Ahsin Bik

seorang anak kecil

duduk dipelataran rumahku

aku lihat dia menangis

meratap dan meneteskan air mata

dengan ragu aku dekati dia

kulihat bajunya basah

kutatap matanya yang kosong

mata yang ingin bercerita

aku bertanya siapa dia

dia hanya menatapku

sesungging senyum muncul dari bibirnya

namun air matanya semakin deras mengalir

“aku tidak mengenalmu”

kamu siapa? tanyaku

ku lihat bibirnya bergetar

aku tak tahu apa yang ingin dia katakan

aku hanya diam memandanginya

“apa kamu bahagia?” dia bertanya padaku

aku tak tahu maksudnya

kebahagiaan macam apa yang ingin dia tanyakan

tapi selama ini aku senang

hidup bersama keluarga yang menyayangi aku

orang tua yang membimbingku

seorang kakak yang juga sayang aku

lantas, bahagia seperti apa yang dia maksudkan

dia menyuruhku duduk disampingnya

aku menuruti katanya

kemudian dia berkata

“aku ingin seperti kamu yang bahagia”

“tapi aku tak bisa”

aku terdiam tak mengerti

aku biarkan dia terus bicara

“...aku tidak pernah diharapkan ada didunia ini

aku adalah rasa malu orang tuaku

aku menjadi aib dilingkunganku

aku hanyalah buah dari gelora nafsu

yang sepantasnya masuk selokan pinggir rumahku

meski aku tak pernah meminta

meski aku tak pernah tahu

benarkah ini menjadi kesalahanku...”

air matanya kembali mengalir

tak terasa pipiku juga basah

aku tetap tak bisa mengerti dia

tapi aku bisa merasakan kesedihannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar