Anak Kecil Di Pelataran Rumah
By. Moh. Ahsin Bik
seorang anak kecil
duduk dipelataran rumahku
aku lihat dia menangis
meratap dan meneteskan air mata
dengan ragu aku dekati dia
kulihat bajunya basah
kutatap matanya yang kosong
mata yang ingin bercerita
aku bertanya siapa dia
dia hanya menatapku
sesungging senyum muncul dari bibirnya
namun air matanya semakin deras mengalir
“aku tidak mengenalmu”
kamu siapa? tanyaku
ku lihat bibirnya bergetar
aku tak tahu apa yang ingin dia katakan
aku hanya diam memandanginya
“apa kamu bahagia?” dia bertanya padaku
aku tak tahu maksudnya
kebahagiaan macam apa yang ingin dia tanyakan
tapi selama ini aku senang
hidup bersama keluarga yang menyayangi aku
orang tua yang membimbingku
seorang kakak yang juga sayang aku
lantas, bahagia seperti apa yang dia maksudkan
dia menyuruhku duduk disampingnya
aku menuruti katanya
kemudian dia berkata
“aku ingin seperti kamu yang bahagia”
“tapi aku tak bisa”
aku terdiam tak mengerti
aku biarkan dia terus bicara
“...aku tidak pernah diharapkan ada didunia ini
aku adalah rasa malu orang tuaku
aku menjadi aib dilingkunganku
aku hanyalah buah dari gelora nafsu
yang sepantasnya masuk selokan pinggir rumahku
meski aku tak pernah meminta
meski aku tak pernah tahu
benarkah ini menjadi kesalahanku...”
air matanya kembali mengalir
tak terasa pipiku juga basah
aku tetap tak bisa mengerti dia
tapi aku bisa merasakan kesedihannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar